SIARAN PERS
Laba Bank Tata Asia Melonjak 138%, Aset Tembus Rp902,6 Miliar hingga Juni 2026

Kinerja operasional Bank Tata Asia juga menunjukkan penguatan. Pendapatan operasional meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp108,20 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp72,15 miliar. Di tengah ekspansi tersebut, Bank Tata Asia tetap mampu menjaga kualitas aset dengan rasio Capital Adequacy Ratio (KPMM) tercatat 23,52%, rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,82% dan NPL gross sebesar 1,32%. Sementara itu, Return on Assets (ROA) sebesar 4,91%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 12,31%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 93,78%, mencerminkan kondisi permodalan dan likuiditas yang tetap kuat di tengah pertumbuhan bisnis. Bank Tata Asia akan terus memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit yang sehat dan terukur, memperluas basis penghimpunan dana masyarakat, serta menjaga kualitas aset dan tata kelola perusahaan. Bank Tata Asia optimistis momentum pertumbuhan yang telah dibangun pada semester pertama akan menjadi fondasi untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik hingga akhir 2026.Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia TB Frandy Priya Purwanto mengatakan capaian pada semester pertama tahun ini menunjukkan strategi ekspansi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pertumbuhan kredit yang diikuti peningkatan penghimpunan dana masyarakat serta laba mencerminkan masih kuatnya permintaan pembiayaan, khususnya dari sektor usaha produktif.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada semester pertama 2026. Fokus kami bukan hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas aset tetap terjaga, permodalan kuat, dan likuiditas memadai. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis dapat melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan hingga akhir tahun,” ujar Frandy.
Tentang Bank Tata Asia
PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia merupakan lembaga keuangan yang telah beroperasi sejak tahun 1991 dan menyediakan layanan perbankan bagi masyarakat serta pelaku usaha. Dalam perjalanannya, Bank Tata Asia terus berkembang melalui proses akuisisi oleh pemegang saham baru pada tahun 2022 dan rebranding pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan di tengah perkembangan industri keuangan. Saat ini, Bank Tata Asia melakukan transformasi melalui penguatan permodalan, pengembangan layanan digital, dan pengelolaan keamanan informasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan sistem perbankan, perluasan jaringan layanan, serta penerapan standar keamanan informasi ISO 27001:2022. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Bank Tata Asia berupaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
